TEORI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS

Hukum yang memicu cara metoda geolistrik ini yaitu Hukum Ohm. Dalam aplikasinya dengan sederhana pada benda silinder berhambatan-jenis ρ, jual alat survey geolistrik arus listrik I juga akan berbanding lurus dengan luas penampang A serta lain mungkin pada ujung-ujungnya ΔV, dan berbanding terbalik dengan panjangnya L. 3Penerapan hukum Ohm untuk arus listrik tunggal (homogen) yang di kedalaman (simetris bola), di mana arus listrik I yang menembus permukaan bola berongga dengan luas A, tidak tipis dr, serta lain mungkin dV pada sisi luar serta dalam.

5Sedangkan aplikasi Hukum Ohm untuk arus listrik tunggal di permukaan (medium tidak berhingga 1/2 bola), juga akan hasilkan besar arus I : 7 atau besar lain mungkin V : 9Untuk dua titik arus di permukaan medium 1/2 tidak berhingga, jadi lain mungkin diantara dua titik yaitu : 11 12dimana arus listrik ditinggalkan pada elektroda arus A serta B, serta lain mungkin juga akan didapat/terarah pada elektroda mungkin M serta N.

Kesamaan turunan dari Hukum Ohm diatas memakai anggapan kalau arus listrik lewat medium homogen, hingga nilai resistivitas yang terarah (dengan konfigurasi elektroda apa pun) juga akan memberi nilai yang sama jadi resistivitas medium sesungguhnya (true resistivity). Sebenarnya, bumi jadi medium hantar listrik tidak homogen, hingga resistivitas yang terarah adalah resistivitas semu (apparent resistivity). Resistivitas semu yang terarah bisa berlainan sesuai sama konfigurasi elektroda yang dipakai dalam pengukuran.

Nilai resistivitas semu ρa adalah peranan jarak antar elektroda arus, yang sekalian memastikan resolusi kedalaman bawah permukaan yang bisa diukur. Untuk jarak antar elektroda yang besar, ρa yang didapat juga akan mewakili nilai r batuan yang lebih dalam, demikian halnya demikian sebaliknya.

SOUNDING DAN MAPPING

Cara geolistrik hambatan-jenis bisa dikerjakan dengan sounding serta mapping. Sounding adalah pengukuran perubahan resistivitas bawah permukaan pada arah vertikal. Hal semacam ini bisa dikerjakan lewat cara merubah/membuat macam jarak antar elektroda arus serta mungkin, pada titik pengukuran yang sama. Konfigurasi elektroda yang umum dipakai yaitu konfigurasi Schlumberger.

Mapping atau Traversing adalah pengukuran perubahan resistivitas bawah permukaan dengan lateral (horisontal). Mapping ini bisa dikerjakan lewat cara beralih titik pengukuran, tetapi menjaga jarak antar elektroda arus serta mungkin. Konfigurasi elektroda yang umum dipakai yaitu konfigurasi Winner atau Dipole-Dipole.

PENGOLAHAN DATA DAN INTERPRETASI

Sesudah dikerjakan pengukuran (akuisisi data), data resistivitas hasil pengukuran itu lalu dianalisa serta lantas ditafsirkan. Untuk data mapping, data resistivitas bisa segera dipertunjukkan berbentuk peta kontur nilai resistivitas ruang pengukuran. Penafsiran juga bisa segera dikerjakan dari peta kontur itu. Sedang untuk data sounding, bisa dikerjakan dengan curva matching ataupun inverse jenising, yang lalu bisa dipertunjukkan jadi penampang jenis vertikal macam resistivitas bawah permukaan. Bentuk penafsiran untuk tingkat selanjutnya membutuhkan integrasi serta pencocokan dari rujukan nilai resistivitas beberapa jenis batuan dari hasil uji laboratorium atau berdasar pada tabel resistivitas batuan, serta dari info geologi yang berkaitan.

You may also like...