Pemanfaatan Air Sungai Di Kawasan Malang Raya

Sungai adalah hal yang paling berperan dalam kelangsungan hidup masyarakat apalagi masyarakat pedesaan yang masih memanfaatkan sungai sebagai kebutuhan yang vital, terutama di wilayah malang raya yang masih didominasi oleh kawasan pegunungan dan banyak dilalui oleh anak sungai. Sungai brantas yang bersumber di desa sumber brantas kota Batu mulai banyak pencemaran sungai yang tidak jauh dari sumber sungai brantas tersebut, kini warga malang raya mulai sadar dengan kerusakan lingkungan yang bersumber dari manusianya sendiri. Ada yang memanfaatkan sungai menjadi tempat wisata, ada yang dijadikan pembangkit listrik, sumber air, dan masih banyak lainnya.

Dari kawasan kota wisata batu kita akan menemui sebeuah pegiat alam untuk menyelamatkan air sungai dengan kegiatan – kegiatan yang bermanfaat para pemuda dari berbagai maacam kalangan itu memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang kerusakan lingkungan yang ada di sungai dan juga cara menjaga lingkungan sungai dengan sebagai mana mestinya.

Di wilayah kota malang kita tidak asing dengan kampung wisata yang digagas langsung oleh bapak walikota malang, sebut saja kampung wisata jodipan yang dulunya merupakan kampung kumuh di deretan sungai brantas yang sekarang diubah menjadi wisata edukasi yang ramah lingkungan, konsep kampung warna – warni jodipan meniru kota rio de janaero brasil dengan keindahan kotanya yang penuh warna. Kampung wisata jodipan dengan mengandeng merk cat ternama di dan juga bekerja sama dengan mahasiswa universitas muhamadyah malang(UMM), fakultas komunikasi dan swadaya warga setempat. kini kampung jodipan mampu merubah mainset warga di sekitar bantaran sungai brantas yang dulunya terkesan kumuh kini menjadi wahana wisata murah dan dapat menjadi penghasilan warga sekitar kampung wisata jodipan.

Di wilayah kabupaten malang kini mulai banyak pemanfaatan air sungai dalam bidang olahraga maupun dalam bidang pariwisata kini di wilayah kecamatan poncokusumo telah memanfaatkan air sungai sebagai sarana wisata dan olah raga rafting lebih terkenalnya dengan nama ndayung rafting malang. Lokasi dari ndayung rafting malang sendiri berada di desa gubugklakah, kecamatan poncokusumo, kabupaten malang. Desa yang berada di kaki gunung semeru ini mampu memanfaatkan air sungai dengan baik dari air sungai tersebut. Dari hulu sungai yang berada di coban pelangi, jarak dari ndayung rafting malang ke coban pelangi sekitar 10 km. Sungai yang digunakan rafting ini bernama sungai amprong yang merupakan DAS brantas sungai yang ini dikeklola oleh warga sekitar ndayung rafting untuk kegiatan sehari – hari dan rafting tanpa harus merusak lingkungan.

 

Kalau mendengar kata bendungan pasti tidak asing dengan nama bendungan karangkates dan bendungan selorejo kedua bendungan ini berada di penjuru malang yang berjarak sekitar 50km dari kedua bendungan tersebut, bendungan tersebut merupakan pemanfaatan air sungai sebagai irigasi maupun penampung air hujan dikala musim kemarau dapat dimanfaatkan sebagai sumber air.

Bendungan ini berasal dari aliran air sungai brantas yang mengalir dari kaki Gunung Arjuno wilayah Batu dan juga air hujan. Saat ini, kondisi air di Bendungan seperti bertambah keruh dan kotor karena polusi. Hal ini menyebabkan beberapa tahun yang lalu banyak ikan di Bendungan ini yang mati karena kekurangan oksigen. Dari keterangan yang didapat oksigen yang menipis itu merupakan dampak dari polusi limbah cair berbahaya yang berasal dari deterjen dan limbah industri yang merangsang berkembang biaknya tumbuhan algae. Terlepas dari masalah itu bendungan karangkates mampu membuat daya listrik hingga jawa – bali dengan kekuatan mencapai 488 juta KWH/tahun.

You may also like...