Wednesday, October 17, 2018
Kesehatan

12 Masalah Akibat Kekurangan Minum Air Putih Yang Berakibat Fatal

82Views

Meminimalkan konsumsi air putih Justru akan membahayakan kesehatan kita. Hal ini dikarenakan fungsi air putih yang sangat vital bagi tubuh. Tidak dipungkiri, alasan utama orang menghindari air putih adalah karena rasanya. Rasa hambar dari air putih memang tidak bisa dikategorikan dalam rasa yang enak. Selain itu, alasan lainnyapun beragam, mulai dari bosan, lupa, sampai memang tidak menyukai air putih. Eits… tapi hati-hati lho, kekurangan asupan air putih bisa menyebabkan masalah bagi tubuh. sebelumnya baca dulu 5 manfaat penting air bagi tubuh.

Ketika tubuh kekurangan air putih, tubuh akan menyerap air dari organ yang paling dekat. Misalnya saja, air putih bisa ditemui dalam darah, tubuh akan menyerap air putih di sana. Ketika air dalam darah di serap tubuh, maka darah akan mengental. Akibatnya, darah kesulitan untuk mengalir ke seluruh tubuh. Organ tubuh yang membutuhkan oksigen, sari makanan, serta zat lain yang biasa dibawa darah ketika mengalir juga akan mengalami masalah.

Efek nyata akibat darah yang mengental adalah kerja otak yang terganggu. Ketika darah tidak bisa mengalir, maka tempat yang tidak bisa dijangkau salah satunya adalah otak. jika kebutuhan oksigen pada otak tidak terpenuhi, maka kematian akan membayangi. Sel-sel otak yang mati ini akan menyebabkan konsentrasi seseorang terganggu dan dalam jangka panjang bisa mengalami kematian otak secara total. Akhirnya, tubuh tidak bisa menjalankan fungsinya secara sadar. Selanjutnya, ketika darah mengental, kerja organ ginjal akan bermasalah. Pada saat darah melewati ginjal, mengakibatkan kerja ginjal akan semakin berat. Bahkan, ginjal bisa terluka karena bentuk darah yang kental ini. Selanjutnya, racun yang berhasil disaring oleh ginjal pun tidak bisa dikeluarkan bersama urine karena tubuh kekurangan air putih. Akibatnya, racun akan menumpuk dalam tubuh. Fatalnya, racun yang tetap tinggal di tubuh justru akan bercampur dengan darah yang bertugas mengalirkannya ke seluruh tubuh. Berikut beberapa masalah yang terjadi   jika seseorang kekurangan asupan air putih dalam tubuhnya.

Mengalami Dehidrasi

De idrasi merupakan kondisi di mana tubuh gagal mempertahankan cairan dalam dirinya. Ini terjadi ketika seseorang kekurangan air putih. Akibatnya, konsentrasi berkurang, mudah lelah, cepat marah, dan sakit kepala. jika hal ini terus dibiarkan, bisa membuat seseorang kehilangan kesadaran (pingsan). Untuk menghindari dehidrasi, seseorang bisa menyesuaikan asupan air yang dibutuhkan dengan kegiatan, usia, keadaan ginjal, serta suhu lingkungannya. Ketika ada seorang anak muda melakukan olahraga dan berada di musim panas, maka asupan air putihnya harus lebih dari 8 gelas per hari. Lain halnya jika ada seorang perempuan tua, kegiatan setiap harinya hanya duduk  dan sedikit berjalan, berada dalam musim dingin, dan keadaan ginjalnya sedang sehat-sehat saja, maka minum 8 gelas per hari sudah cukup untuk terhindar dari dehidrasi.

 

Lemah dan Lesu

Banyak orang yang mengalami dehidrasi, namun mengabaikannya.  Padahal, itu bisa membahayakan kesehatannya. Sebab, ketika  dehidrasi tubuh akan menjadi semakin lemas dan lesu. Bagaimana tidak, otot-otot yang harusnya menopang tubuh jadi kekurangan cairan sehingga kinerjanya tidak maksimal. Ini terlihat pada seseorang yang tengah berpuasa. Coba lihat saja, pasti perasaan mudah lemas dan lesu akan dialaminya. Ini terjadi karena orang yang berpuasa memang minim mengonsumsi air putih sejak pagi hingga petang. Sama halnya dengan seseorang yang malas minum air putih, rasa lemah dan lesu akan dialaminya.

 

Kulit jadi Kering

Tahukah Anda jika air putih bisa menjaga kesegaran kulit? Sebaliknya, ketika seseorang kekurangan asupan air putih, maka kulitnya akan terlihat kering dan mudah berkerut. Asupan air putih yang cukup untuk tubuh dapat membantu kulit memproduksi minyak alami. Minyak inilah yang nantinya digunakan kulit untuk menyegarkan kulit.

 

Kulit mengalami penuaan dini

Ketika kulit dibiarkan kering karena kekurangan air putih, efek terburuknya adalah kulit menjadi cepat berkerut (mengalami penuaan dini). Asupan air putih yang cukup untuk tubuh juga akan mengalir ke jaringan kulit. Ketika jaringan kulit tidak diisi cairan secara baik, maka penunaan dini seperti kulit keriput pun akan diderita oleh mereka yang malas minum air putih.

 

Sakit Kepala

Sebenarnya, sakit kepala terjadi karena dua hal, dehidrasi dan tubuh sedang terkena virus. Sakit kepala biasanya menyerang mereka yang kekurangan air putih berkepanjangan. Ketika kita mengalami sakit kepala, cobalah konsumsi air putih secukupnya, lalu tunggu beberapa saat. Jika sakit kepalanya hilang, maka kita memang sedang mengalami  dehidrasi. Namun, jika sakit tersebut tidak hilang ketika kita sudah memenuhi air putih bisa jadi itu merupakan sinyal tubuh menderita penyakit lain.

 

Awas Sembelit

Ketika seseorang kekurangan asupan air putih dalam tubuhnya, akibat yang paling nyata dirasakan adalah sembelit. Air putih pada dasarnya membantu proses metabolisme seseorang. Air akan mengeluarkan sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh. Biasanya, itu dikeluarkan melalui urine, feses, dan keringat.

Ketika tubuh mengalami dehidrasi, maka feses akan keras, Bentuknya yang keras membuatnya sulit untuk dikeluarkan. Apalagi ketika seseorang mengalami dehidrasi berkepanjangan, air yang seharusnya bisa mendorong feses keluar dari tubuh tidak ada. Maka, feses akan semakin sulit dikeluarkan. Tidak jarang feses yang keras ini akan melukai saluran pembuangan akhir (anus).

 

Edema

Edema merupakan kondisi di mana tubuh mengalami pembengkakan karena penumpukan cairan. Penumpukan cairan ini terjadi karena sirkulasi cairan dalam tubuh buruk. Kekurangan asupan air putih menjadi salah satu penyebab terjadinya edema. Ketika tubuh kekurangan cairan,

maka racun dalam tubuh pun akan sulit dikeluarkan. Akibatnya, laju sirkulasi cairan jadi terganggu. Efek jangka panjangnya, akan terjadi pembengkakan di bagian organ tubuh, salah satunya kaki.

 

Batu Ginjal

Kita pasti sering mendengar bahwa salah satu penyebab utama terbentuknya batu ginjal adalah kurangnya asupan air putih, bukan? Pernyataan ini nyatanya buka isapan jempol belaka. Banyak yang sudah membuktikan bahwa malas minum air putih bisa memicu timbulnya batu ginjal.

Batu ginjal bisa terbentuk dari senyawa oksalat yang dibawa oleh makanan. Senyawa oksalat (asam oksalat) merupakan jenis asam organik yang tidak larut dan tidak dapat diserap tubuh. Biasanya, senyawa oksalat terdapat dalam sayuran yang berdaun hijau, misalnya saja bayam, seledri, dan kacang-kacangan seperti buncis, kacang tanah, kacang mete, dan kedelai. Karena tidak bisa larut dan diserap tubuh, senyawa ini harusnya dibuang bersama urine ketika disaring oleh ginjal. Namun, karena tubuh kekurangan air putih, maka senyawa ini tidak bisa dibuang. Tubuh yang kekurangan asupan air putih akan jarang mengeluarkan urine, akibatnya senyawa ini hanya akan menumpuk di saluran ginjal.

Jika keadaan ini terus dibiarkan, lama-kelamaan senyawa ini akan berubah menjadi kristal. Akibatnya, kristal ini akan mengembang menjadi batu yang semakin lama semakin membesar. Jika sudah begin, penderita akan kesulitan buang air kecil. Selain itu, gesekan batu ginjal bisa merobek saluran ginjal. Biasanya, penderita akan mengalami kencing dengan warna merah seperti air rendaman daging mentah.

 

Bahaya Hipertensi Mengintai

Seseorang yang kekurangan air putih dalam tubuhnya bisa terserang hipertensi. Mengapa demikian? Air putih merupakan  salah satu unsur yang digunakan tubuh untuk menjaga tekanan dalam darah. Ketika tubuh kekurangan air putih, maka darah mengental. Ketika darah mengental, maka tekanannya pun tidak bisa dikendalikan lagi. Jadi, untuk menghindari hipertensi beri asupan yang cukup untuk tubuh kita.

 

Awas Obesitas

Kekurangan air putih bisa menyebabkan obesitas lho. Kok bisa? Pasalnya, air putih biasanya juga digunakan tubuh dalam proses pembakaran, mengubah lemak menjadi energi. Namun, ketika seseorang kekurangan asupan air putih, maka lemak tidak bisa dibakar. Jika hal ini terus berlanjut, maka lemak hanya akan menumpuk di dalam tubuh. Lemak yang terus tertimbun akan menyebabkan kegemukan. Bahkan, tidak jarang lemak kemudian menutup beberapa organ dalam tubuh. Ini akan berbahaya jika seseorang yang obesitas terserang penyakit. Tim medis akan kesulitan ketika melakukan pemeriksaan organ dalamnya. Seseorang dikatakan obesitas atau tidak, bisa diukur dengan indeks Massa Tubuh (IMT). IMT bisa diperoleh dari berat badan dibagi dengan tinggi badan (dalam meter) kuadrat.

Laki – laki Perempuan Kategori Status Gizi
< 17 kg/m2 <18 kg/m2 Kurus Gizi kurang
17-23 kg/m2 18-25 kg/m2 Normal Gizi baik
23-27 kg/m2 25-27 kg/m2 Gemuk Gizi lebih
>27 kg/m2 > 27 kg/m2 Obesitas Gizi lebih

 

Ketika kita ternyata rnengalami obesitas, maka cermati asupan minum air putihnya. Jangan-jangan asupan air putih kita minim atau kita terlalu banyak minum minuman lain. Jika demikian, segera perbaiki asupan air putih kita. Jika masih malas, maka penyakit lain seperti jantung dan stroke siap menyerang kita.

 

Penyakit Jantung Menyerang

Jika kita masih malas minum air putih, maka kerja jantung pun akan ikut terganggu. Biasanya, jika seseorang malas minum air putih, dia akan memenuhi kebutuhan cairannya dengan minuman lainnya. Misalnya soft drink, teh, kopi, atau minuman berenergi. Padahal, fungsi air putih dan minuman lain tersebut berbeda. Akibatnya, pembuluh pada jantung akan menebal. Jika hal ini sudah terjadi, maka aliran darah yang melewati jantung pun ikut terganggu. Bahkan, bisa saja jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh karena memiliki pembuluh yang terlalu tebal. Pernyataan tersebut didukung dengan hasil penelitian tentang konsumsi air putih yang dilakukan oleh Loma Linda University, California  ( dalam Fauziyah, 2011: 123). Seseorang yang mengonsumsi air putih di bawah 2 gelas per hari dan lebih banyak minum minuman ringan, memiliki risiko terserang penyakit jantung lebih tinggi ketimbang mereka yang mengonsumsi air putih 5 gelas per hari.

 

Serangn Stroke

Jika penyakit jantung sudah diderita, maka serangan stroke pun akan lebih mudah menyerang. Pasalnya, darah yang harusnya dipompa jantung dan membawa oksigen tiba-tiba berhenti bekerja. Hal ini diperparah dengan sifat darah yang sudah mengental karena kekurangan air. Ini akan berakibat pada suplai darah dan oksigen ke otak terhambat. Sel-sel dalam otak akan mati dan menyebabkan penderita sulit untuk mengatur kerja organ tubuhnya secara sadar. Misalnya saja, tangan, kaki, mulut, dan beberapa organ gerak lainnva tidak bisa menjalankan tugasnya.

Bitnami